Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Menyongsong Generasi Islami di Perlombaan ABATASA II (PPI Al-Izzah)

Suasana tidak biasa terjadi di PonPes Al Izzah sabtu (06/4) lalu. Pesantren kecil yang terletak di dusun Tragal, Kedungpapar, Sumobito, Jombang ini dipadati oleh ratusan anak seumuran SD dari berbagai TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) di kabupaten Jombang. ada apa gerangan...?

MENYONGSONG GENERASI ISLAMI DI PERLOMBAAN ABATASA



Suasana tidak biasa terjadi di PonPes Al Izzah sabtu (06/4) lalu. Pesantren kecil yang terletak di dusun Tragal, Kedungpapar, Sumobito, Jombang ini dipadati oleh ratusan anak seumuran SD dari berbagai TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) di kabupaten Jombang.
Anak-anak yang mewakili TPA masing-masing ini sedang mengikuti acara perlombaan ABATASA (Ajang Berkreasi dan Berprestasi Santri TPA). Yaitu acara perlombaan bertemakan Islam antar TPA. Di tahun kedua ini, panitia perlombaan mengambil tema “menggali potensi dengan kreasi islami, menyongsong generasi islami“ yang diharapkan, dengan adanya acara perlombaan semacam ini, potensi dan kreasi para santri TPA dapat terwarnai oleh islam. Sehingga gempuran pengeroposan moral yang kini tengah dilanda anak- anak di negeri ini bisa diredam. Generasi Islami yang banyak didamba para orang tua pun bermunculan.
Acara perlombaan ABATASA berlangsung selama dua hari. Hari pertama pada sabtu (06/4) sore. Ada empat kategori perlombaan yang dilombakan; lomba mewarnai, menggambar, lari islami, dan CCI (Cerdas Cermat Islami). Kawasan pesantren yang sempit pun harus dibagi-bagi untuk tempat perlombaan.

Hari kedua tak kalah meriahnya, panggung megah dengan hiasan khas anak- anak serta sejumlah tropi yang diperebutkan dalam acara perlombaan begitu tertata rapi menyambut para kontingen memasuki kawasan pesantren. Ada beberapa kategori perlombaan yang dilombakan di hari Ahad (07/4), yang kesemua lomba itu mengharuskan peserta tampil di atas panggung. Diantaranya lomba pidato, baca puisi, serta tartil.
Bagi masyarakat sekitar pesantren, perlombaan ABATASA yang diadakan oleh IMT bagian Dakwah ini membawa berkah tersendiri. Ketika acara berlangsung, tak sedikit warga yang menggelar aneka jajanan dan souvenir khas anak-anak untuk dijual. Jejualan dadakan ini pun menjadi “tontonan” menarik tersendiri bagi anak-anak yang merasa bosan melihat para peserta lomba, warga pun menuai untung darinya.
“Dengan adanya acara ini, nama dusun Tragal lebih dikenal oleh daerah-daerah tetangga.“ Ujar salah seorang warga yang begitu antusias mendukung perlombaan ABATASA.
Saking semangatnya menyambut ABATASA, bahkan salah seorang wali santri yang putranya turut ambil bagian dalam perlombaan berkomentar, “Seharusnya ABATASA tidak hanya diadakan setahun sekali. Kalau bisa, setahun dua kali atau setiap bulan sekali.” Ujarnya dengan senyum yang mengembang.
Acara ABATASA seakan menjadi oase di padang tandus. Saat ini memang tengah terjadi kemiskinan moral yang memprihatinkan. Acara perlombaan keislaman semacam ini jarang bahkan tidak pernah diadakan. Kalaupun ada, itu hanya empat hingga lima tahun sekali. Untuk itu, ABATASA datang dengan konsep lama yang disederhanakan; kalah menang bukanlah tujuan utamanya. Ini terbukti dari salah satu peraturan yang tercantumkan, yaitu peserta juara pertama pada ABATASA sebelumnya tidak diperkenakan mengikuti kategori lomba yang sama tahun ini. Tentu hal ini ditujukan untuk menekan ambisi mengeruk gelar juara.
Tahun kedua adalah tahun bayi. Tentunya kekurangan ABATASA banyak ditemukan disana-sini. Usaha untuk terus memperbaiki pun harus terus digiati. Agar tujuan utamanya terlampaui, yaitu menyongsong generasi Islami.


Kamis, 15 November 2012

Etika Menerima Berita

Berita yang beredar kini bikin gerah saja. artikel ini saya tulis buat ngobatin kekecewaan saya terhadap pemberitaan media kita yang ngawur... lagi-lagi islam jadi korbannya.
*

ETIKA MENERIMA BERITA

Oleh: Muhammad Nasrul
*Santri PPI Al-Izzah Jombang, konsentrasi Pemikiran Islam


“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka bertabayunlah kamu.” (QS. Al Hujurat: 6)

Asbabun Nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Al- Harits menghadap Rasulullah saw. Ia berikrar menyatakan diri untuk masuk Islam. Rasulullah saw pun mengajaknya untuk mengeluarkan zakat, ia pun menyanggupi kewajiban itu, dan berkata; “ Ya Rasulullah, aku akan pulang ke kaumku untuk mengajak mereka masuk Islam dan menunaikan zakat. Orang – orang yang mengikuti ajakanku akan ku kumpulkan zakatnya. Apabila telah tiba waktunya, kirimlah utusan untuk mengambil zakat yang telah ku kumpulkan itu. “

Ketika waktu yang telah di tetapkan telah tiba, tak seorang utusan pun menemuinya. Al- Harits mengira telah terjadi sesuatu yang menyebabkan Rasulullah saw marah kepadanya. Ia pun telah memanggil para hartawan kaumnya dan berkata,” Sesungguhnya Rasulullah saw telah menetapkan waktu untuk mengutus seseorang untuk mengambil zakat yang telah ada padaku, dan beliau tidak pernah menyalahi janjinya. Akan tetapi saya tidak tahu mengapa beliau menangguhkan utusannya itu. Mungkinkah beliau marah? Mari kita berangkat menghadap Rasulullah saw.

Rasulullah saw, sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, mengutus Al- Walid bin Uqbah untuk mengambil dan menerima zakat yang ada pada Al- Harits. Ketika Al-Walid berangkat, di perjalanan hatinya merasa gentar, lalu ia pun pulang sebelum sampai ketempat yang dituju. Ia melaporkan kepada Rasulullah saw bahwa Al-Harits tidak mau menyerahkan zakat kepadanya, bahkan mengancam akan membunuhnya.

Kemudian Rasulullah saw mengirim utusan berikutnya kepada Al-Harits. Ditengah perjalanan, utusan itu berpapasan dengan Al-Harits dan sahabat- sahabat nya yang tengah menuju ketempat Rasulullah saw. Setelah berhadap-hadapan , Al-Harits menanyai utusan itu; “ Kepada siapa engkau di utus?” Utusan itu menjawab ; “ Kami di utus kepadamu.” Dia bertanya; “ Mengapa? “ Mereka menjawab;” Sesungguhnya Rasulullah saw telah mengutus Al-Walid bin Uqbah. Namun, ia mengatakan bahwa engkau tidak mau menyerahkan zakat, bahkan bermaksud membunuhnya.” Al-Harits menjawab ; “Demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan sebenar- benarnya, aku tidak melihatnya. Tidak ada yang datang kepadaku.

Ketika mereka sampai dihadapan Rasulullah saw, bertanyalah beliau;” Mengapa engkau menahan zakat dan akan membunuh utusanku?” Al-Harits menjawab ;” Demi Allah yang telah mengutus engkau sebenar-benarnya, aku tidak berbuat demikian.” Maka turunlah ayat ini (QS. Al-Hujurat: 6) sebagai peringatan kepada kaum mukminin agar tidak hanya menerima keterangan dari sebelah pihak.

Media Kita Hari Ini
Sangat miris, hanya beberapa hitungan hari saja, kesalahan-kesalahan kode etik jurnalistik menghiasi pemberitaan media kita. Dan kebanyakan pemberitaan itu menyudutkan kemuliaan Islam. Masih segar dalam ingatan kita, ketika sebuah stasiun televisi swasta nasional pada Jumat (14/9) lalu, menyiarkan berita soal rekrutmen teroris yang bertajuk "Awas, Generasi Baru Teroris!" Berita ini melahirkan stigma terhadap ekstrakurikuler ROHIS sebagai sarang melahirkan bibit teroris. Sejak tayangan itu, tidak sedikit orang tua siswa yang melarang anaknya mengikuti kegiatan ROHIS.

Setelah itu, sebuah stasiun televisi swasta lain yang ‘katanya’ mengorientasikan sebagai stasiun televisi berita dan olahraga, resmi diadukan Indonesia Media Watch (IMW) kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) lantaran kesalahan pemasangan foto seorang tokoh, sebagai terduga teroris dalam acara andalan beritanya pada Senin (24/09) pkl. 18.30 WIB.

Dan hanya lantaran mendapati buku-buku jihadi, sebuah PonPes diamankan kepolisian. Mereka diduga teroris. Polisi juga mendapati sejumlah senapan angin berada di PonPes tersebut. Sementara itu sebuah situs pemberitaan melansir berita bahwa kelompok ini adalah anggota GAMIS (Gabungan Masyarakat Islam). Lagi-lagi dugaan dan dugaan yang dijual ke publik. Tanpa pernah mencoba meneliti dulu.

Meneliti Setiap Berita
Kebanyakan, ketika kita mendengar suatu kabar, baik dari mulut ke mulut ataupun dari media massa yang kita konsumsi setiap hari, kita cenderung percaya dan menelannya mentah-mentah tanpa ada filter sama sekali. Kita segera meng’amini’ apa yang diberitakan. Kita tidak peduli dengan berita-berita yang sampai kepada kita, apakah berita itu benar ataukah salah. Padahal Allah telah mengajarkan adab agung yang harus kita lakukan tatkala suatu berita sampai kepada kita.

“Hai orang-orang yang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaanya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu”. (QS. Al Hujurat: 6)

Periksalah dengan teliti, inilah etika yang dianjurkan Allah kepada kita. Memilah milih dan mengecek kembali kebenaran suatu berita yang sampai kepada kita. Dalam ilmu jurnalistik hal ini disebut dengan ‘kroscek’. Menggali kebenaran kabar yang masih menjadi buah bibir dan kesimpangsiuran di tengah masyarakat luas. Digali dari sumber-sumber dan data-data yang bisa dijadikan landasan dan bisa dipertanggungjawabkan salah benarnya suatu berita.

Mengkroscek suatu berita adalah etika seorang muslim. Meskipun kita belum pernah mengenyam pendidikan komunikasi ataupun mengikuti seminar jurnalistik, menilik kembali berita yang sampai kepada kita harus kita usahakan. Agar kita tidak larut dalam arus informasi yang terus menjejali kita dengan berbagai informasi yang ada.

Pentolan Nazzi, Hittler pernah mengatakan, “satu kesalahan yang ditayangkan berulang-ulang akan menjadi sebuah kebenaran dan akan dibenarkan.” Ya, begitulah sifat arus informasi. Suatu hal yang kita anggap tabuh pada walnya akan menjadi suatu hal yang lumrah dan dianggap biasa jika hal itu disajikan berulang kali. Sungguh sangat membahayakan. Jika kita tidak meneliti suatu berita, maka tidak menutup kemungkinan kita akan menjadi korban berita informasi.

Syaikh  Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi berkata: Ayat  tersebut menunjukkan dua hal yaitu:
1.    Berita yang dibawa orang fasik harus diteliti benar dustanya terlebih dahulu.
2.    Ahlu usul mempunyai dasar bahwa sebuah berita dapat diterima bila dibawa oleh orang yang adil.

As-Shukhowi berkata : Ibnu Abdi Bar memandang bahwa penilaian negatif  terhadap ahlul ilmi tidaklah diterima kecuali dengan argumen yang jelas. Apabila penilaian negatif tersebut disertai dengan unsur permusuhan maka penilaian itu tidak diterima (Fathghul Mughits III: 328)

Siapakah Orang Fasiq yang Dimaksud?
Muhammad Shalih bin Fauzan Al-Fauzan mendefinisikan ‘Fasiq’ dengan ‘al-khuruj an thaatillah’. Yaitu keluar dari ketaatan kepada Allah. Suatu titik dimana terjadi kegersanagn iman pada diri seorang muslim. Ibnu Katsier di dalam tafsirnya menyebut fasiq sebagai ‘al-ma’ashi’ atau orang yang melakukan kemaksiatan. Sedangkan As-Sa’di mengartikan, “Seseorang yang pernah melakukan dosa besar dan seringkali melakukan dosa kecil.”

Sudah jelaslah siapa orang fasiq itu. Saat titik iman kita berada di titik lemah keimanannya, kita bisa dicap sebagai orang fasiq. Karena kita hanyalah orang biasa yang tak lepas dari dosa. Kewaspadan terhadap suatu kebenaran berita pun harus kita tumbuhkan sejak kini,karena tidak menutup kemungkinan, orang-orang yang membawakan berita tengah berada dalam kegersangan iman.

Belajar dari Periwayatan Hadits Bukhari
Lepaskan dulu fakta kebobrokan media kita. Kita meluncur ke zamannya Bukhari sejenak, mengambil hikmah dari apa yang pernah dilakukannya.
Ada sebanyak 7275 hadits terdapat di Shahih Bukhari, Bukhari memilihnya dari 600.000 hadits yang dihafalnya. Semua ini karena beliau sangat teliti dalam menerima periwayatan hadits. Beliau memberikan syarat khusus dalam periwayatan seorang rawi hadits, yaitu seorang perawi harus  melihat dan sekaligus mendengar secara bersamaan. Ini adalah satu syarat disamping syarat tsiqah (terpercaya), ‘adalah (adil), dhabth (kuat hafalan), Itqan (profesional), ‘ilm (tahu benar), wara’ (jauh diri dari maksiat, dosa, dan syubhat).

Dan tidaklah al-Bukhari meletakkan suatu hadist dalam kitabnya, kecuali beliau pasti mandi bersuci sebelum itu kemudian shalat dua rakaat. Beliau mulai menulis kitabnya dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dan beliau tidak tergesa-gesa mengeluarkannya untuk manusia sebelum menyelesaikannya. Akan tetapi beliau berulang kali menelitinya dengan mengulang-ulangnya serta memperbaikinya. Oleh karena itu beliau menyusunnya sampai tiga kali hingga keluar dalam bentuk sekarang ini.

Kita berandai, seandainya pewarta kita seperti Imam Bukhari yang teliti itu, kita tidak perlu lagi resah mendengar pemberitaan tentang Islam.

Jumat, 14 September 2012

Puisi Superku Untukmu

saat kugoreskan pena ini tuk ungkapkan semua isi hati aku teringat sesuatu sesuatu yang keluar dari mulutmu "aku ingin fokus belajar" sejenak kuhentikan goresan ini pikiranku terbang jauh melayang aku malu pada diriku sendiri aku yang tidak berdaya kau anggap sebagai sosok yang luar biasa kau kagumi orang kerdil sepertiku yang tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa bermimpi dan bermimpi memang... sengaja kuhembuskan mimpi itu kepadamu agar kau tahu betapa panjangnya jalur kehidupan ini ku minta kau terus melangkah namun kusendiri terdiam aku tidak bisa berbuat apa-apa kamulah segalanya kamu yang bergerak yang hendak menggapai citamu teruslah bergerak meski ku tak ada disisimu aku tahu kau bisa... dan kutahu kau mampu aku bukanlah seperti yang kau kira aku pecundang yang bisa memberimu mimpi sedangkan kau... pemenang segalanya kau tegar meski perasaanmu berkecamuk kau tabah meski masa itu menghantuimu kau sabar meski kekecewaan itu menerpamu kaulah pemenang segalanya teruslah jadi pemenang you are a winner be the winner forever for me... and for everybody to get your dream to get your hope to get your need aku senang ketika melihat kau tersenyum aku bahagia saat kau juga bahagia sejenak kubisa bernafas lega saat kubisa membuatmu bahagia meski tidak seberapa lama walau hanya sekejap saja maafkan aku... atas kebahagiaan sejenak yang hanya bisa kuberikan padamu tak lain dan tak bukan kuhanya ingin membuatmu tersenyum sejenak melupakan masa suram itu masa-masa yang kau lalui dengannya biarlah masa itu menjadi masa lalumu aku tahu... aku tidak bisa menghapusnya dari memorimu aku tahu... tentu masa itu sangat lekat diingatanmu aku pun tahu... masa lalu bukanlah masa yang bisa dihapus begitu saja masa lalu adalah sejarah masa lalu adalah kenangan masa lalu juga pelajaran melupakan masa lalu bukanlah hal bijak menjadikannya kambing hitam juga tidak baik tapi...jadikanlah masa lalu sebagai guru yang akan terus memberimu pelajaran baru setiap hari, dan sepanjang waktu agar suatu saat nanti hal yang menyakitkan itu tidak akan terulang untuk kedua kalinya kepadamu aku tahu... aku tidak bisa menggantikan posisinya ku juga tidak bisa sepertinya apalagi menjadi dia aku adalah aku dengan berbagai kekurangan yang kupunya juga kelemahan diri yang melimpah namun... kucoba untuk terus memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang introspeksi aku sadar, aku bukanlah segalanya aku bukanlah superhero tanpa cacat aku juga bukan nabi muhammad yang dijamin masuk surga aku hanyalah pemuda akhir zamanyang terus dan terus mencari perbaikan aku tidak mau berdiri terus seperti ini tanpa gerak, tanpa aksi ku ingin melangkahkan kaki terus berjalan, bahkan berlari untuk mengejar semua mimpi karena ku tak ingin menjadi orang yang dibenci Allah yaitu orang yang menyuruh kebaikan namun dia sendiri tidak mengerjakan aku malu... saat kuterus memberimu mimpi dan dukungan aku malah asyik dengan lamunan khayal aku malu pada diriku sendiri lebih-lebih kepadamu namun kini... detik ini... aku bertekad mengubah diri terus mengayuhkan langkah kaki berlari mengejar mimpi terus berlari tanpa ada henti mengejar kepastian yang ada di ujung perjalanan ini aku berharap kamu pun seperti itu melepaskan semua beban melupakan semua kesedihan dan mulai melangkahkan kaki mengejar indahnya mimpi mari sama-sama melangkah mengayunkan langkah kaki penuh irama meski onak dan duri di depan mata kerikil dan bebatuan menghalangi jalan kita kalau kita menghadapinya bersama itu semua bisa kita lewati dengan mudah bahkan, seandainya jalur perjalanan terputus kita masih bisa merangkai jembatan untuk menyebrang dan melanjutkan gapaian mimpi kita... semoga...

Senin, 20 Februari 2012

Siapa Bilang Nasrul Nggak Bisa Nulis "CINTA"

Baru kali ini Nasrul blak-blakan seputar kehidupan pribadinya. Ada pa ya? Simak juga bagaimana cara Nasrul belajar. 

wah, kalau kamu menganngap nasrul gak bisa nulis hal2 yang romantis, kamu salah besar. soalnya nih, dia hobi ngegombal (he3x). jadi hatihati aja kalau kamu kena racun gombalnya...

tulisan ini, aku persembahkan khusus buat kamu yang penasaran sama aku. karena nggak kenal itu nggak sayang, kalau udah nggak sayang, bakal nggak ada cinta. kalau cinta nggak ada, rindu pun gak bakal ada juga. well, boleh dong narsis dikit kenalin diri? oia, tak lupa, tulisan ini buat orang yang pernah nanya tentang aku, prinsip hidup, tokoh teladan, dan seseorang yang pernah ngeluh sebab udah mulai males belajar. ya udah, nggak usah bayak ba-bibu lagi. ni di profilku:

*Nama: Muhammad Nasrul Kelahiran: 2 Februari 1992 (makin tambah umur makin tambah inovasi, ya ngggak?)
*Hobi: nah, ini nih yang susah dijawab, hobiku banyak, salah satunya yaitu ngelamun buat nyari sesuatu yang bisa dibagikan kepada orang banyak.
*Cita-cita: Penulis buku-buku best seller. aku pasti bisa!!! doain ya... please, doamu adalah senjata bagiku. oia, ada lagi yang udah aku rencanain smenjak kecil dulu, yaitu aku pengeeeen banget membuat perpustakaan umum, itung-itung membuat misi mencerdaskan umat.
*Prinsip Hidup: Be the First n be yourself. paham bahasa inggris kan?
*Makanan favorit: meskipun bagiku remeh, tapi hal ini sering banget ditanyakan oleh orang-orang yang pengen tahu aku. kalau calon istri sih, nggak papa. soalnya biar tiap hari dimasakin apa yang aku mau. ya nggak? mmmm.... aku suka makan rawon. (nelen ludah sebentar) apalagi yang buatin ibu tercinta. seberapapun buatnya, habis deh. (kalau perut muat sih)
*Minuman favorit: kalau minuman, asalkan seger and halal tentunya, aku pasti mau. kecuali pas lagi perut kembung, nggak deh...!!!
*Wanita idaman: 3B, yaitu Brain, Beautiful (ingat, cantik itu nggak ada patokannya lho, semua wanita itu cantik asal mau merias hatinya), Behafiour (berkepribadian baik, akhlak dan moralnya, terutama agamanya), ada satu lagi sih kriterianya, yaitu COCOK. kalau ngggak cocok kan sami mawon...

Oia, satu lagi kutipan nasihat buat kamu yang lagi males belajar. aku kutipkan dari web orang. moga bermanfaat... Belajar Merupakan hal paling indah menjadi seorang manusia. Tips Agar Giat Belajar dan Pintar, agar seseorang giat Belajar. Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Dan Berikut ini adalah Tips meningkatkan semangat belajar sedikit sharing untuk meningkatkan semangat belajar yang selalu membuat kita gagal mencapai cita-cita siswa atau anak kita. Belajar menyenangi setiap mata pelajaran. Ini penting bagaimana kita akan semangat belajar menyenangi pelajaran nya juga belum pernah. Berkawan dengan orang yang suka belajar. Kita harus pandai pilih kawan sebab kawan tu pengaruh yang sangat penting. Janganlah pergi berkawan dengan orang yang suka melepak, malas sekolah dan tidak disiplin.. Buatlah tulisan yang cantik. Ini mempengaruhi penglihatan kita sekaligus mempengaruhi semangat. Bayangkan, tulisan macam cacing yang dah putus badan, semangat kita akan tambah ruwet kalau melihat tulisan yang seperti itu Warnai kata-kata penting dalam tulisan. Maksudnya, highlight kan isi penting dengan highlight yang warna-warni. Ada teori mengatakan, warna dapat mempengaruhi otak, dan mudah dihafal. Buat peta konsep secara kreatif. Maksudnya curat-coret ini bagian mana atau ini bagian itu. Contohnya, lukis lah gambar pasangan kata-kata. Bergabunglah dengan kelompok belajar. Dengan belajar bersama nanti takda lah bosan dan mengantuk. Plus, kita juga bisa Tanya jawab. Cara ni jauh lebih berkesan daripada belajar sendiri.

Kamis, 19 Januari 2012

Kangen Tradisi Kupatan Di Gunung Menjuluk

Mumpung masih suasana Syawal, boleh dong kalau aku menulis tentang lebaran? Kali ini tentang kupatan, tradisi merayakan lebaran seminggu setelah hari H Idul Fitri. Aku tidak tahu jelas apakah tradisi kupatan ini hanya Mumpung masih suasana Syawal, boleh dong kalau aku menulis tentang lebaran? Kali ini tentang kupatan, tradisi merayakan lebaran seminggu setelah hari H Idul Fitri. Aku tidak tahu jelas apakah tradisi kupatan ini hanya ada di Jawa Timur, Jawa, atau semua orang Indonesia yang merayakan Lebaran.

Sebatas yang aku tahu sih tidak ada tradisi kupatan di Bali. Di Jakarta juga tidak ada. Padahal di Sedayulawas, kampung halamanku di pesisir utara Lamongan, Jawa Timur, kupatan selalu jadi pelengkap lebaran. Bagi anak-anak, kupatan malah lebih meriah dibanding lebaran itu sendiri.

Seperti namanya, dari kata kupat (bahasa Jawa) yang berarti ketupat, kupatan merupakan tradisi merayakan hari seminggu setelah Lebaran dengan makan ketupat. Kalau Lebaran jatuh pada tanggal 1 Syawal, maka Kupatan jatuh pada tanggal 8. Itu pengertian kupatan yang aku tahu. Pada hari ini, bisa dikatakan semua warga desa membuat ketupat. Berbed`
dengan ketupat yang pada umumnya terbuat dari janur, ketupat di desa kami dibuat dari daun lontar (Jawa: gladakan).

Selain berbentuk segi empat seperti ketupat pada umumnya, warga kami juga biasa membuat ketupat berbentuk ayam jago. Ketupat ini disebut jekekrek. Isinya ya sama saja, beras yang sudah dicuci sehingga agak bercampur air.

Ketupat ini biasa dimakan dengan sayur lodeh atau kare. Pada zaman aku masih kecil sih kami bisa tiga kali makan dengan menu sama semua: ketupat dengan sayur lodeh. Ikannya kalau bukan ayam ya tongkol atau ikan layang. Empuknya ketupat bertemu dengan segar dan pedasnya sayur lodeh. Lhep! Kadang yang nggak suka dengan makanan pedas, bias dibuat rujak lontong.

*Menelan ludah sendiri dulu… (duh… nikmatnya…!!)

Sebagai pelengkap, warga membuat lepet (bacanya mirip sepet, bukan mepet), makanan terbuat dari beras ketan yang direbus dalam bungkusan janur. Tanpa lepet, kupat itu tak ada bedanya dengan kupat pada hari biasa.

Ada dua bentuk lepet. Pertama mirip segitiga dengan dua sisi sangat panjang dan sisi bawah pendek. Kedua bentuknya bulat seperti bantal. Di desa kami lepet jenis ini disebut lepet dengkul. Kali karena bentuknya yang seperti dengkul. Atau bisa jadi karena yang bikin mikir pake dengkul. Hahaha..

Kupat dan lepet itu biasa bagi mereka yang merayakan Kupatan. Nah, yang paling unik dari Kupatan di daerahku adalah karena kami merayakannya dengan naik gunung. Gunung itu mungkin lebih pas disebut bukit karena tingginya, menurut perkiraanku, tak sampai 300 meter. Tapi kami toh tetap menyebutnya sebagai gunung. Lengkapnya Gunung Menjuluk..

Zaman aku masih kecil sih kami biasa bawa ketupat, lepet, dan jajan sisa Lebaran untuk naik gunung. Saat itu kalau jajan lebaran masih tersisa saat Kupatan berarti sudah luar biasa. Soale, biasanya cepat banget habis. Perlu waktu sekitar 30 menit untuk sampai punggung gunung. Kami lalu menikmati makanan itu di atas gunung sambil melihat pemandangan di bawah sana.

Di sisi ttara gunung terlihat desa Sedayulawas dan laut utara Jawa. Di barat daya ada desa mungil Mencorek.

Sambil bersantap, kadang ada yang bawa tape berbateri untuk bisa menyanyi, kami juga waspada pada petasan. Kalau sudah kupatan, petasan seolah jadi bahan yang bisa diledakkan di mana saja. Tapi setelah terjadi bom di Bali 2002, semua jenis petasan langsung dilarang, termasuk saat Kupatan.

Memang lebih tenang. Tapi, tanpa petasan saat Kupatan, jujur saja, aku merasakan ada sesuatu yang hilang. Menurutku sih sebaiknya tidak apa-apa ada petasan selama tidak masih dalam batas kewajaran. Samakan saja dengan orang Betawi saat punya hajatan.

Saat ini, kupatan memang makin beda caranya. Biasalah. Selalu ada yang berubah. Makin sedikit oarng yang membawa kupat, lepet, apalagi jajan untuk kupatan di atas gunung. Tapi tetap saja banyak yang naik gunung untuk kupatan. Selain dari desa kami, waga dari desa lain pun memenuhi gunung kecil yang secara administratif milik Desa Sedayulawas.

Maka, banyak orang tumplek blek di atas gunung. Perkiraanku, kalau dihitung total ada sampai 1000 orang.

Karena banyak orang itu, maka Kupatan pun jadi waktu untuk bermaaf-maafan atau sekadar ketemu teman lama. Kupatan juga jadi waktu untuk bertemu dengan teman-teman sekolah.

Tahun ini, aku tidak bias merayakan kupatan. Maklum lah aku sekarang sibuk nyantri nun jauh di sana: Jombang. Mungkin hanya tulisan kecil ini mampu mengobati rasa kangenku akan tradisi kupatan… sudah dulu ya… thanks udah baca.

Minggu, 08 Januari 2012

7 Keajaiban Sedayulawas

8 Januari 2012
Inilah malam terakhir aku mengisi liburan semester gasal di desa tercinta, Sedayulawas. Walaupun hanya libur tiga hari, aku masih menyempatkan pulang ke kampung halaman. sebagai jurnalis (meski amatiran, he3x) tak kuasa rasanya menahan galau tuk nulis sesuatu tentang 8 Januari 2012
Inilah malam terakhir aku mengisi liburan semester gasal di desa tercinta, Sedayulawas. Walaupun hanya libur tiga hari, aku masih menyempatkan pulang ke kampung halaman. sebagai jurnalis (meski amatiran, he3x) tak kuasa rasanya menahan galau tuk nulis sesuatu tentang desa Sedayulawasku.asal pembaca tahu, desa mungil yang terletak di pantura Lamongan ini mempunyai spot-spot luar biasa indah, terutama bagi kamu-kamu yang hobi potret-potret. dalam tulisan ini, aku menyebutnya 7 Keajaiban Sedayulawas.

Eits, tapi sebelum kusebut spot-spot menarik itu kita kenalan dengan desa Sedayulawas dulu yuk!!! menurut postingan yang diterbitkan di alamat http://blogcakimam.blogspot.com menyebutkan bahwa Sedayulawas merupakan suatu wilayah bagian dari Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Propinsi Jawa Timur dengan luas wilayah 1.185 Ha. Batas desa Sedayulawas sebelah utara berbatasan dengan laut jawa, sebelah timur dengan kelurahan Brondong, sebelah selatan dengan desa Sendangharjo dan sebelah barat dengan desa Brengkok. Desa Sedayulawas berjarak kira-kira 64 km ke utara dari kota Lamongan, kurang lebih 25 km ke timur dari kota Tuban, dan sekitar 68 km ke barat dari kota Gresik.

Sebagian besar penduduk desa Sedayulawas bermata pencarian sebagai petani, petambak dan nelayan sampai tanggal 27 agustus 2007 tercatat 2625 orang berprofesi sebagai petani, 2503 orang sebagai petambak, 89 orang sebagai pegawai negeri sipil, 25 orang sebagai TNI/POLRI dan 551 orang bekerja sebagai pedagang dan lainnya.

Entah dari mana data tersebut, seperti itulah gambaran umum desa Sedayulawas. oia, ini nih spot menarik di dea Sedayulawas yang aku rangkum dari berbagai sumber. sebagai catatan, ini cuman menurut aku lho, kalau kamu nggak setuju, well.

1. Jembatan Baru Sedayulawas
Ini nih tempat paling caem yang di miliki desa Sedayulawas. bagi yang hobi foto, aku saranin tempat ini yang pertama dikunjungin. sebelum jembatan ini dibangun, 1000 dukungan pembangunannya udah dibuat di facebook. hasilnya pun cukup membanggakan, hingga tulisan ini diketik 143 anggota sudah terdaftar mendukungnya. menurut situs yang dirilis resmi oleh PU jembatan ini diharapkan mampu menanggulangi kepadatan jalur pantura. sebagian komentar yang di poskan di wikimapia, jembatan ini mirip dengan jembatan yang pernah dirancang oleh Ir. Soekarno dulu. bentuk kurvanya yang menawan patut ditempatkan di posisi pertama di 7 keajaiban Sedayulawas ini.

2. Pelabuhan Sedayulawas
3. Gunung Menjuluk
4. Pantai Belangu
5. Gunung Kendil
6. Masjid Taqwa
7. Tangkis Laut (Pupantara)

Followers

Silahkan mengambil artikel yang ada di blog ini asal mencantumkan sumbernya.BUKU CATATAN MEDIA. Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2013 BUKU CATATAN MEDIA. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top