i yang bisa aku lakukan.” Terang Andi.
i yang bisa aku lakukan.” Terang Andi.
imat-kalimat terseb
ut, memang telinga mendadak panas, tetapi, itulah kenyataan, sebuah kutipan catatan harian yang ditulis oleh Ahmad Wahib tertanggal 9 Oktober 1969. Yang sudah dibukukan dengan sedikit editan oleh Johan Efendi yang berjudul “Pergolakan Pemikiran Islam”. Yang kemudian dijadikan rujukan tentang akar pemikiran Liberalisme Islam di Indonesia.
njutnya, estafet pemikiran liberal dipegang oleh Abdurrahman Wahid. Meski belum mampu menghapuskan jasa Nurcholis Madjid, pemikiran Liberal yang mencetsukan pluralism agama dinilai sebagai pemikiran brilian. Posisi orang yang tumbuh di lingkungan pesantren ini pun seakan mempermudahkannya untuk ‘mengegolkan’ pemikiran penyamaan agama yang digagasnya. Gus Dur begitu nama akrabnya, pernah menajdi orang ‘nomor satu’ di negeri ini, terlebih dia merupakan orang yang diagungkan di kalangan Nahdiyin. Dukungan masa yang tak sedikit jumlahnya itu menjadi salah saru faktor penting suksesnya pluralisme beranak pinak. Bahkan Gus Dur disebut-sebut sebagai bapak Pluralisme. Dalam pemerintahannya orang yang serign membuat kekonyolan ini menetapkan Kong Hu Chu sebagai agama resmi di Republik ini. Juga sering diadakannya do’a bersama lintas agama, karena menilai semua agama sama.
a tokoh dan aktivis Islam Liberal. Yang kemudian membuat suatu wadah yang dinamakan Jaringan Islam Liberal. Tokoh-tokoh tersebut di antaranya adalah Ulil Abshar Abdallah, Budhy Munawar Rahman, Luthfi Asyaukani, Siti Musdah Mulia, Ahmad Gaus AF, Masdar F. Mas’udi, Dr. Zainun Kamal dan lainnya. Meski di antara mereka tidak mengakui diri mereka aktivis JIL, namun pemikiran yang digagas tak ubahnya sebagai seperti aktivis JIL. Buku-buku yang didanai Barat dengan dana yang tak sedikit pun lahir dari tangan-tangan mereka. Yang sebagian besarnya dijadikan rujukan di kampus-kampus Islam Negeri. Selain JIL, Jaringan Intelektual Muda (JIM) menurut pakar perbandingan Mazhab hukum Islam, Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, MA. Pun merupakan kelompok Islam Liberal yang perlu diwaspadai.

Sepulang sekolah, aku mengambil bolam bekas di belakang rumah. Aku ingin mengamatinya, karena aku masih penasaran bagaimana cara kerja benda yang sering aku cuekin ini. Sepintas tidak ada yang istimewa. Hanya kabel tipis mirip benang terpintar di dalamnya.
Aku ingat kata guruku. Salah satu penyebab lampu pijar dapat bersinar adalah ruang hampa atau ruang kedap udara di dalamnya. Aku pun semakin penasaran, apakah ruang hampa itu? Seperti apa bentuknya?
Segera bolam kugenggam erat dan kubenturkan ke atas batu. “Pyaarrr….!” Bolam pun pecah dalam genggamanku. Pecahan kacanya melukai tanganku. Tanganku pun berlumuran darah. Sakit sekali rasanya.
Sejak saat itu, aku lebih hatihati dalam melakukan sesuatu. Namun hal itu tidak menghentikanku untuk terus mencoba layaknya Edison.
Untuk adik-adikku yang tak pernah bosan untuk mencoba.
© 2013 BUKU CATATAN MEDIA. All rights resevered. Designed by Templateism